Apabila anda sering memparhatikan wajah seekor
kucing, maka anda tidak akan asing dengan kumis yang terdapat pada daerah
antara hidung dan ulut kucing. Kumis kucing ini terkadang akan bergerak maju
maupun mundur. Pada artikel kali ini akan saya sampaikan sedikit uraian tentang
fungsi dari kumis kucing.
Nama teknis dari kumis kucing adalah vibrissae. Kumis kucing ini memiliki
ketebalan 2 kali lebih besar dibandingkan bulu kucing tersebut. Kumis kucing juga
tertanam 2 kali lebih dalam dibandingkan bulu kucing, dimana akar kumis kucing
dikelilingi oleh jaringan otot dan saraf saraf sensorik yang terhubung langsung
dengan otak si kucing. karena itu, kumis kucing ini sangat berperan penting
dalam hal sensorik dikarenakan tingginya sensitivitas pada kumis kucing
tersebut.
Fungsi utama dari kumis kucing adalah sebagai
pemindai (scanning) pada kucing
terhadap lingkungan sekitar. Dengan menggunakan kumisnya, kucing dapat
mengetahui benda-benda disekelilingnya tanpa perlu menyentuhnya. Yang lebih
hebat lagi, kumis kucing mampu mendeteksi pergerakan benda sekecil apapun,
bahkan aliran angin yang terdapat pada sela-sela perabotan di sekitarnya. Hal
itu lah yang mengakibatkan kucing menjadi hewan pemburu yang sangat tajam baik
di siang maupun malam hari.
Kegunaan kumis kucing lainnya adalah sebagai alat
untuk menjaga keseimbangan dalam berjalan dan berlari. Sebuah penelitian
membuktikan bahwa kucing yang tidak memiliki kumis (karena dipotong) cenderung
lebih terlihat bingung dibandingkan dengan kucing yang kumisnya normal. Hal itu
ditunjukkan dengan berkurangnya kemampuan kucing dalam menentukan arah gerak
serta keseimbangannya ketika kumisnya tidak ada. Kumis kucing juga membantu
kucing dalam memperhitungkan kemampuannya dalam mengambil keputusan untuk
menerobos pintu yang bergerak menutup.
Tidak adanya kumis pada kucing mengurangi kemampuan perkiraan dari
kucing tersebut.
Fungsi kumis kucing yang lain adalah sebagai
penunjuk emosi kucing. Seperti yang telah saya katakan tadi, apabila anda
perhatikan secara seksama, dalam kondisi tertentu kumis kucing akan bergerak
maju, dan kadang juga akan mundur. Pergerakan kumis kucing tersebut bukan tanpa
alasan. Ketika kumis kucing bergerak maju, itu menunjukan si kucing sedang
merasa senang, nyaman, juga penasaran. Ketika kumis kucing bergerak ke
belakang, itu menunjukan kalau si kucing sedang dalam kondisi marah, merasa
terancam, dan agresif. Kemungkinan alasan kucing memundurkan kumisnya ketika
merasa marah adalah dikarenakan si kucing sadar benar akan pentingya kumis
baginya. Oleh karena itu, ia memundurkan kumisnya untuk melindungi kumis
tersebut dari serangan predator.